- Langkah 1 Konsultasi & Survey Lokasi Tim PGN memahami kebutuhan energi Anda melalui meeting online atau kunjungan, memastikan solusi gas sesuai pola operasi dan kebutuhan.
- Langkah 2 Evaluasi Teknis & Perjanjian Kami Menyusun evaluasi teknis dan perjanjian komersial, memberi transparasi biaya, jadwal, dan layanan sejak awal, tanpa kejutan.
- Langkah 3 Pembangunan Infrastruktur PGN membangun jaringan pipa dan peralatan metering oleh tenaga ahli bersertifikat, menjamin keamanan, prosesionalitas dan siap digunakan.
- Langkah 4 Penyaluran Gas Pertama Nikmati kenyamanan energi gas hemat, ramah lingkungan, dan selalu tersedia langsung di lokasi Anda.
Keberlanjutan
Untuk Bumi Kita
Mendorong Transisi Energi Bersih
Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim
Pengelolaan Air dan Efluen untuk Operasional Berkelanjutan
Mengoptimalkan Energi, Menjaga Bumi
Mengurangi Jejak Emisi, Menjaga Kualitas Udara
Pengelolaan Limbah yang Bertanggung Jawab
Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Kehidupan
-
Mendorong Transisi Energi Bersih
Sebagai Subholding Gas, PGN memegang peranan penting dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk energi bersih, pengurangan emisi sektor energi hingga 2035,dan pencapaian target nol emisi pada 2060. PGN aktif berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan serta transisi menuju penggunaan energi rendah karbon, sebagai upaya menghadapi tantangan perubahaniklim global.Berikut adalah langkah-langkah strategis PGN dalam menuju NZE:- Optimalisasi Gas Bumi sebagai Energi Transisi
- Pengembangan Energi Rendah Karbon dan Terbarukan
- Digitalisasi dan Efisiensi Operasional
- Pengembangan Infrastruktur dan Ekspansi Pasar
- Sustainability Governance dan ESG Integration
-
Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim
Perusahaan menyadari bahwa perubahan iklim dapat memengaruhi lingkungan serta kegiatan operasional dan produksi di masa depan. Sebagai tanggapan, Perusahaan secara internal terus melakukan analisis risiko yang mungkin timbul dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
PGN telah mengadopsi berbagai metode untuk mengelola risiko atau peluang yang berkaitan dengan perubahan iklim, antara lain:
- Pengurangan emisi melalui program efisiensi energi
- Program penghijauan untuk melestarikan ekosistem dan mengurangi konsentrasi gas CO2
- Pembangunan sumur resapan dan lubang biopori untuk menyerap air hujan ke dalam tanah, mengurangi aliran air permukaan, dan meminimalkan risiko banjir
-
Pengelolaan Air dan Efluen untuk Operasional Berkelanjutan
PGN melaksanakan kegiatan distribusi dan transmisi gas tanpa membutuhkan air dalam prosesnya. Namun, air digunakan dalam jumlah kecil untuk keperluan pemeliharaan, seperti membersihkan pipa, peralatan, dan infrastruktur lainnya. Selain itu, air juga dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik di kantor pusat serta fasilitas pendukung operasional PGN, sehingga data pengambilan dan konsumsi air menunjukkan nilai yang relatif sama. Meskipun penggunaan air untuk pemeliharaan terbatas, PGN tetap mengutamakan efisiensi penggunaan air dan memastikan bahwa kegiatannya tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
PGN telah melakukan berbagai inisiatif Penerapan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Recover) untuk meningkatkan kualitas pembuangan limbah cair, pemantauan dan pengukuran kualitas efluen secara berkala.
-
Mengoptimalkan Energi, Menjaga Bumi
PGN terus meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan. Pada tahun 2024, total konsumsi energi untuk penyaluran gas bumi mencapai 1.456.924,09 GJ. Intensitas energi pada tahun 2024 adalah 2,22GJ/MMSCF, menurun sebesar 14% dibandingkan dengan intensitas konsumsi energi pada tahun 2023.
Sebagai bagian dari inisiatif konservasi energi, PGN mulai memanfaatkan energi terbarukan dengan memasang instalasi panel surya di beberapa stasiun gas distribusi dan transmisi, serta area kantor.
-
Mengurangi Jejak Emisi, Menjaga Kualitas Udara
Intensitas emisi scope 1 dan 2 PGN Subholding Gas pada tahun 2024 adalah 177,20 tonCO2eq/juta USD, serta intensitas emisi scope 3 sebesar 5.403,57 tonCO2eq/juta USD. Dalam jangka menengah dan jangka panjang PGN Subholding Gas berkomitmen untuk menurunkan intensitas emisi scope 3 tersebut hingga mencapai target laju global warming maksimum sebesar 1,5oC dibandingkan dengan sebelum era revolusi industri. -
Pengelolaan Limbah yang Bertanggung Jawab
Pengelolaan limbah dilakukan melalui berbagai cara, seperti pengurangan, daur ulang, penggunaan kembali, atau pembuangan secara bertanggung jawab. Berdasarkan sifatnya, PGN menghasilkan dua jenis limbah, yaitu limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) serta limbah non-B3.
Komitmen PGN dalam pengelolaan limbah B3 tercermin dalam Kebijakan HSSE yang mengedepankan pencegahan pencemaran lingkungan melalui penerapan prinsip 4R: reduce, reuse, recycle, dan recovery.
-
Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Kehidupan
PGN melakukan identifikasi konservasi melalui proses Biodiversity Action Plan (BAP) dengan pendekatan hierarki berdasarkan referensi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN). PGN melakukan identifikasi konservasi melalui proses yang tertuang dalam Pedoman Penyusunan Biodiversity Action Plan (BAP) Untuk Mencapai Net Positive Impact (NPI) Nomor A04-008/S00000/2022-S9. Penyusunan pedoman tersebut dilakukan melalui pendekatan hierarki berdasarkan referensidari IUCN. BAP dirancang untuk melindungi dan mengelola keanekaragaman hayati suatu wilayah atau lingkungan.
PGN juga menunjukkan komitmen dalam menjaga lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati melalui inisiatif internal dan program eksternal. Program-program ini merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diatur dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara nomor PER 05/MBU/04/2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. PGN juga memastikan target No Net Loss (NNL) terpenuhi melalui monitoring indeks keanekaragaman hayati (Shannon-Wiener) pada seluruh lokasi kritikal.
Selaininisiatif internal, PGN juga menjalankan program eksternal dalam pelestarianlingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungannya.
- Mendorong Transisi Energi Bersih Sebagai Subholding Gas, PGN memegang peranan penting dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk energi bersih, pengurangan emisi sektor energi hingga 2035,dan pencapaian target nol emisi pada 2060. PGN aktif berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan serta transisi menuju penggunaan energi rendah karbon, sebagai upaya menghadapi tantangan perubahaniklim global.Berikut adalah langkah-langkah strategis PGN dalam menuju NZE:
- Optimalisasi Gas Bumi sebagai Energi Transisi
- Pengembangan Energi Rendah Karbon dan Terbarukan
- Digitalisasi dan Efisiensi Operasional
- Pengembangan Infrastruktur dan Ekspansi Pasar
- Sustainability Governance dan ESG Integration
- Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim
Perusahaan menyadari bahwa perubahan iklim dapat memengaruhi lingkungan serta kegiatan operasional dan produksi di masa depan. Sebagai tanggapan, Perusahaan secara internal terus melakukan analisis risiko yang mungkin timbul dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
PGN telah mengadopsi berbagai metode untuk mengelola risiko atau peluang yang berkaitan dengan perubahan iklim, antara lain:
- Pengurangan emisi melalui program efisiensi energi
- Program penghijauan untuk melestarikan ekosistem dan mengurangi konsentrasi gas CO2
- Pembangunan sumur resapan dan lubang biopori untuk menyerap air hujan ke dalam tanah, mengurangi aliran air permukaan, dan meminimalkan risiko banjir
- Pengelolaan Air dan Efluen untuk Operasional Berkelanjutan
PGN melaksanakan kegiatan distribusi dan transmisi gas tanpa membutuhkan air dalam prosesnya. Namun, air digunakan dalam jumlah kecil untuk keperluan pemeliharaan, seperti membersihkan pipa, peralatan, dan infrastruktur lainnya. Selain itu, air juga dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik di kantor pusat serta fasilitas pendukung operasional PGN, sehingga data pengambilan dan konsumsi air menunjukkan nilai yang relatif sama. Meskipun penggunaan air untuk pemeliharaan terbatas, PGN tetap mengutamakan efisiensi penggunaan air dan memastikan bahwa kegiatannya tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
PGN telah melakukan berbagai inisiatif Penerapan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Recover) untuk meningkatkan kualitas pembuangan limbah cair, pemantauan dan pengukuran kualitas efluen secara berkala.
- Mengoptimalkan Energi, Menjaga Bumi
PGN terus meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan. Pada tahun 2024, total konsumsi energi untuk penyaluran gas bumi mencapai 1.456.924,09 GJ. Intensitas energi pada tahun 2024 adalah 2,22GJ/MMSCF, menurun sebesar 14% dibandingkan dengan intensitas konsumsi energi pada tahun 2023.
Sebagai bagian dari inisiatif konservasi energi, PGN mulai memanfaatkan energi terbarukan dengan memasang instalasi panel surya di beberapa stasiun gas distribusi dan transmisi, serta area kantor.
- Mengurangi Jejak Emisi, Menjaga Kualitas Udara Intensitas emisi scope 1 dan 2 PGN Subholding Gas pada tahun 2024 adalah 177,20 tonCO2eq/juta USD, serta intensitas emisi scope 3 sebesar 5.403,57 tonCO2eq/juta USD. Dalam jangka menengah dan jangka panjang PGN Subholding Gas berkomitmen untuk menurunkan intensitas emisi scope 3 tersebut hingga mencapai target laju global warming maksimum sebesar 1,5oC dibandingkan dengan sebelum era revolusi industri.
- Pengelolaan Limbah yang Bertanggung Jawab
Pengelolaan limbah dilakukan melalui berbagai cara, seperti pengurangan, daur ulang, penggunaan kembali, atau pembuangan secara bertanggung jawab. Berdasarkan sifatnya, PGN menghasilkan dua jenis limbah, yaitu limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) serta limbah non-B3.
Komitmen PGN dalam pengelolaan limbah B3 tercermin dalam Kebijakan HSSE yang mengedepankan pencegahan pencemaran lingkungan melalui penerapan prinsip 4R: reduce, reuse, recycle, dan recovery.
- Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Kehidupan
PGN melakukan identifikasi konservasi melalui proses Biodiversity Action Plan (BAP) dengan pendekatan hierarki berdasarkan referensi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN). PGN melakukan identifikasi konservasi melalui proses yang tertuang dalam Pedoman Penyusunan Biodiversity Action Plan (BAP) Untuk Mencapai Net Positive Impact (NPI) Nomor A04-008/S00000/2022-S9. Penyusunan pedoman tersebut dilakukan melalui pendekatan hierarki berdasarkan referensidari IUCN. BAP dirancang untuk melindungi dan mengelola keanekaragaman hayati suatu wilayah atau lingkungan.
PGN juga menunjukkan komitmen dalam menjaga lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati melalui inisiatif internal dan program eksternal. Program-program ini merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diatur dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara nomor PER 05/MBU/04/2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. PGN juga memastikan target No Net Loss (NNL) terpenuhi melalui monitoring indeks keanekaragaman hayati (Shannon-Wiener) pada seluruh lokasi kritikal.
Selaininisiatif internal, PGN juga menjalankan program eksternal dalam pelestarianlingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungannya.