Logo PGN - Pertamina Gas Negara
Buka menu navigasi
Tanggung Jawab Lingkungan
Energi Lebih Bersih,
Masa Depan Lebih Hijau
Mendorong Transisi Energi Bersih

PGN menunjukkan komitmen kuat dalam meminimalkan dampak negatif operasional terhadap lingkungan melalui kebijakan Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (HSSE) yang disahkan oleh Direktur Utama pada Juni 2024. Kebijakan ini mengutamakan pencegahan, manajemen risiko, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan berkelanjutan. PGN juga senantiasa mengikuti peraturan perundang-undangan dan standar HSSE dalam setiap aktivitasnya sebagai wujud tanggung jawab kepada pemangku kepentingan.

Sebagai Subholding Gas, PGN memegang peranan penting dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk energi bersih, pengurangan emisi sektor energi hingga 2035, dan pencapaian target nol emisi pada 2060. PGN aktif berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan serta transisi menuju penggunaan energi rendah karbon, sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Pada 6 Oktober 2022, PGN sebagai Subholding Gas dari PT Pertamina (Persero), bersama Subholding lainnya, menyatakan komitmen untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) yang selaras dengan tujuan nasional pada 2060, atau lebih awal jika memungkinkan. Sebagai tindak lanjut, PGN merancang dan menyusun peta jalan NZE yang inklusif, dengan fokus pada dekarbonisasi dan pengembangan bisnis yang berorientasi pada energi bersih dan hijau.

Berikut adalah langkah-langkah strategis PGN dalam menuju NZE:

  1. Optimalisasi Gas Bumi sebagai Energi Transisi

  2. Pengembangan Energi Rendah Karbon dan Terbarukan

  3. Digitalisasi dan Efisiensi Operasional

  4. Pengembangan Infrastruktur dan Ekspansi Pasar

  5. Sustainability Governance dan ESG Integration

“PGN berkomitmen untuk menjalankan transisi energi yang bertanggung jawab dengan tetap menjaga ketahanan energi nasional”

Untuk mendukung pengelolaan dan pelestarian lingkungan dalam rangka mewujudkan keberlanjutan, Subholding Gas mengalokasikan anggaran khusus untuk inisiatif lingkungan setiap tahunnya. Pada tahun 2024, Subholding Gas merealisasikan biaya pengelolaan dan pelestarian lingkungan sebesar Rp19,79 miliar. Subholding Gas berhasil mencapai target lingkungan di tahun 2024 dengan menggunakan hanya 92% dari total anggaran rencana, dengan kata lain Subholding Gas berhasil melakukan efisiensi sejumlah Rp1,7 miliar dengan capaian yang lebih baik dibanding tahun 2023.

Sejak tahun 2016, Subholding Gas telah mengadopsi sistem manajemen lingkungan berbasis ISO 14001:2015 dan berhasil mempertahankan sertifikasi tersebut. Pada tahun 2024, cakupan penerapan sistem ini telah mencapai 100% lokasi operasional Subholding Gas melalui audit sertifikasi dan resertifikasi yang dilakukan oleh lembaga independen.

PGN secara rutin melaksanakan pemantauan dan evaluasi untuk mengukur efektivitas pengelolaan lingkungan, mencakup aspek material, air, emisi, dan limbah. Hasil dari pemantauan dan evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar untuk tindakan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan.


Informasi Lebih Lanjut →
Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim

Perusahaan menyadari bahwa perubahan iklim dapat memengaruhi lingkungan serta kegiatan operasional dan produksi di masa depan. Sebagai tanggapan, Perusahaan secara internal terus melakukan analisis risiko yang mungkin timbul dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. Untuk mengevaluasi dampak risiko yang berkaitan dengan lingkungan, PGN berkomitmen menghadapi tantangan perubahan iklim dengan merujuk pada:

  1. Optimalisasi Pedoman Pengelolaan Risiko
    (P-001/27.00/2023)

  2. Piagam Manajemen Risiko dan Resiliensi

  3. Kebijakan HSSE PGN

  4. Pedoman Pengelolaan Risiko HSSE
    (P-004/A018)


PGN telah mengadopsi berbagai metode untuk mengelola risiko atau peluang yang berkaitan dengan perubahan iklim, antara lain:

  1. Pengurangan emisi melalui program efisiensi energi

  2. Program penghijauan untuk melestarikan ekosistem dan mengurangi konsentrasi gas CO2

  3. Pembangunan sumur resapan dan lubang biopori untuk menyerap air hujan ke dalam tanah, mengurangi aliran air permukaan, dan meminimalkan risiko banjir



Informasi Lebih Lanjut →
“Penyusunan profil risiko dan melakukan pemantauan secara berkala memastikan kesiapan Perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim”
Pengelolaan Air dan Efluen untuk Operasional Berkelanjutan

PGN melaksanakan kegiatan distribusi dan transmisi gas tanpa membutuhkan air dalam prosesnya. Namun, air digunakan dalam jumlah kecil untuk keperluan pemeliharaan, seperti membersihkan pipa, peralatan, dan infrastruktur lainnya. Selain itu, air juga dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik di kantor pusat serta fasilitas pendukung operasional PGN, sehingga data pengambilan dan konsumsi air menunjukkan nilai yang relatif sama. Meskipun penggunaan air untuk pemeliharaan terbatas, PGN tetap mengutamakan efisiensi penggunaan air dan memastikan bahwa kegiatannya tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

PGN telah melakukan berbagai inisiatif Penerapan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Recover) untuk meningkatkan kualitas pembuangan limbah cair, diantaranya:

  1. Daur ulang air bekas dari IPAL untuk digunakan kembali di beberapa lokasi operasional (SOR I dan Stasiun Kompressor Pagardewa)

  2. Program Pemasangan Filter Plakofit dan Modifikasi Jalur Air Limbah Domestik (PT Pertamina Gas)

  3. Pemanfaatan Destilat HVAC Makeup Water pada Sistem Regenerasi Amine (PT Saka Energi Indonesia)

PGN juga memantau dan mengukur kualitas efluen secara berkala:

  1. Efluen diuji di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan memenuhi standar baku mutu

  2. Hasil pengujian dilaporkan setiap tiga bulan ke instansi pengawas lingkungan hidup melalui aplikasi SIMPEL

PGN tetap memastikan bahwa penggunaan air senantiasa efisien dan tidak berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan. Inisiatif efisiensi air yang telah dilakukan antara lain:


  1. Penambahan Perbaikan Fasilitas Air yang Rusak, Pemantauan dan Monitoring Air dan Pemanfaatan Air Hujan

  2. Penggunaan Sprayer pada Kran Air Wudhu

  3. Penyiraman Otomatis Kumbung Jamur Desa Binaan Taman Sidrap Berbasis Lingkungan

  4. Program Pemasangan Filter Palkofit dan Modifikasi Jalur Air Limbah Domestik untuk Kolam Budi Daya Ikan Air Tawar di CSR Cambai

  5. Smart Temperature Controller pada Proses Pendinginan Compressed Air di SKG Bitung

  6. Recycle Air Backwash UWTP

  7. Pemasangan Kloset Single Flush

  8. No Shampoo and Water - Sistem Pengecekan Kebocoran Gas

  9. Pemanfaatan Destilat HVAC Makeup Water pada Sistem Regenerasi Amine



Informasi Lebih Lanjut →
“Semua upaya ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan penggunaan air, mendukung pelestarian lingkungan, dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya”
Mengoptimalkan Energi, Menjaga Bumi
“Energi merupakan elemen vital dalam mendukung operasional PGN. Perseroan memanfaatkan berbagai sumber energi, termasuk listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang digunakan untuk penerangan serta pengoperasian peralatan elektronik di kantor dan jaringan offtake/stasiun gas”

PGN terus meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan. Pada tahun 2024, total konsumsi energi untuk penyaluran gas bumi mencapai 1.456.924,09 GJ. Intensitas energi pada tahun 2024 adalah 2,22 GJ/MMSCF, menurun sebesar 14% dibandingkan dengan intensitas konsumsi energi pada tahun 2023.

Sebagai bagian dari inisiatif konservasi energi, PGN mulai memanfaatkan energi terbarukan dengan memasang instalasi panel surya di beberapa stasiun gas distribusi dan transmisi, serta area kantor.

PGN telah menerapkan inisiatif efisiensi energi secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir melalui berbagai langkah, seperti:

  1. Mengganti Pneumatic Gas Starter menjadi Electric Motor Starter

  2. Menyesuaikan pola operasi Gas Turbine Compressor

  3. Memperbaiki rotor untuk meningkatkan kapasitas penyaluran Gas Turbine Compressor

  4. Memasang soft starter pada after cooler

  5. Melakukan optimasi penggunaan generator

  6. Menggunakan AC hemat energi

  7. Memasang lampu LED hemat energi

  8. Memasang kaca film pada ruangan untuk mengurangi penggunaan AC

  9. Meningkatkan kesadaran pekerja terhadap efisiensi energi

Pengelolaan energi dilakukan melalui audit energi dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Menilai tingkat konsumsi energi

  2. Mengidentifikasi peluang penghematan energi

  3. Menyusun langkah bertahap untuk memaksimalkan pemanfaatan energi hijau

  4. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran Perwira Subholding Gas tentang pentingnya penghematan energi



Informasi Lebih Lanjut →
Mengurangi Jejak Emisi, Menjaga Kualitas Udara

Intensitas emisi scope 1 dan 2 Subholding Gas pada tahun 2024 adalah 177,20 tonCO2eq/juta USD, serta intensitas emisi scope 3 sebesar 5.403,57 tonCO2eq/juta USD. Dalam jangka menengah dan jangka panjang Subholding Gas berkomitmen untuk menurunkan intensitas emisi scope 3 tersebut hingga mencapai target laju global warming maksimum sebesar 1,5oC dibandingkan dengan sebelum era revolusi industri.

Upaya penurunan emisi melalui inisiatif efisiensi energi dilaksanakan melalui program sebagai berikut:

  1. Pemasangan VSD (Variable Speed Drive)

  2. Penggantian Coil pada Regeneration Gas Heater (RGH) di Offshore Pangkah Facility (OPF)

  3. Motor Starter Electric Gas Turbine Compressor (GTC) Offshore Pangkah Facility (OPF)

  4. Regeneration Molsieve Sequence di OPF

  5. Solar Flood Light West Pangkah

  6. Efektivitas Pola Operasi GTCP Terhadap Emisi Gas Buang & Peningkatan Gas Turbin Kompresor dengan Rotor Refurbishment

  7. Optimalisasi Pemakaian Fuel Gas dari 3 Power Generator menjadi 2 Power Generator

  8. Solar Panel di Perkantoran, Stasiun Offtake Gas Bumi Bojonegara, Muara Bekasi, Porong

“Sebagai bagian dari Holding Pertamina, PGN mendukung target pengurangan emisi sebesar 30% pada tahun 2030 dan pencapaian nol emisi karbon (Net Zero Emission) pada tahun 2060 melalui berbagai upaya penurunan emisi GRK”

Operasional PGN menghasilkan emisi non-GRK signifikan yang berasal dari proses pembakaran bahan bakar pada turbin dan mesin generator. Untuk memastikan emisi yang dihasilkan tidak berdampak pada penurunan kualitas udara, dilakukan pemantauan dan pengukuran emisi dari cerobong pembakaran sebagai sumber tidak bergerak.


Informasi Lebih Lanjut →
Perhitungan emisi gas rumah kaca scope-3 PGN melingkupi:


Kategori 2: Barang Modal



Kategori 3: Aktivitas yang Berkaitan dengan Pembelian Bahan Bakar dan Energi



Kategori 5: Limbah yang dihasilkan di Operasi



Kategori 6: Perjalanan Bisnis (Penerbangan)



Kategori 7: Perjalanan Karyawan



Kategori 9: Transportasi dan Distribusi di Hilir



Kategori 10: Penjualan Produk yang Masih Perlu Diolah Lebih Lanjut



Kategori 11: Penggunaan Produk yang Terjual

“PGN berkomitmen untuk meningkatkan keberlanjutan usaha melalui penerapan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di seluruh lini bisnisnya”
Pengelolaan Limbah yang Bertanggung Jawab

Pengelolaan limbah dilakukan melalui berbagai cara, seperti pengurangan, daur ulang, penggunaan kembali, atau pembuangan secara bertanggung jawab. Berdasarkan sifatnya, PGN menghasilkan dua jenis limbah, yaitu limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) serta limbah non-B3.

PGN telah memiliki prosedur terkait pengelolaan limbah B3 dan non-B3 termasuk monitoring dan evaluasi terhadap limbah tersebut yang mengacu pada dokumen Panduan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) (G-002/19.02/2023) serta dokumen Panduan Pengelolaan Sampah(PDN-HSSE-EM-003).

Komitmen PGN dalam pengelolaan limbah B3 tercermin dalam Kebijakan HSSE yang mengedepankan pencegahan pencemaran lingkungan melalui penerapan prinsip 4R: reduce, reuse,recycle, dan recovery. Prinsip ini diwujudkan melalui:

  1. Peningkatan kualitas pembuangan limbah cair

  2. Penanganan limbah berbahaya dan tidak berbahaya

  3. Promosi penggunaan material ramah lingkungan

  4. Penggunaan sumber daya alam secara efisien

  5. Pencegahan tumpahan minyak.



Pada 2024 timbulan limbah non-B3 mengalami penurunan signifikan menjadi hanya 37% dari total timbulan limbah non-B3 pada tahun 2023.

Inisiatif PGN dalam penerapan prinsip 4R untuk limbah non-B3 meliputi:

  1. e_LAPBUL HSSE dan e-Report IPAL

  2. Budidaya Maggot

  3. Penggunaan Tumbler, Dispenser, dan Wadah Reusable untuk Catering

  4. Pengomposan


Informasi Lebih Lanjut →
Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Kehidupan
Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Kehidupan
“PGN berperan dalam mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati di Indonesia melalui serangkaian kegiatan lingkungan yang berkelanjutan”

PGN melakukan identifikasi konservasi melalui proses Biodiversity Action Plan (BAP) dengan pendekatan hierarki berdasarkan referensi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN). PGN melakukan identifikasi konservasi melalui proses yang tertuang dalam Pedoman Penyusunan Biodiversity Action Plan (BAP) Untuk Mencapai Net Positive Impact (NPI) Nomor A04-008/S00000/2022-S9. Penyusunan pedoman tersebut dilakukan melalui pendekatan hierarki berdasarkan referensi dari IUCN. BAP dirancang untuk melindungi dan mengelola keanekaragaman hayati suatu wilayah atau lingkungan.


PGN juga menunjukkan komitmen dalam menjaga lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati melalui inisiatif internal dan program eksternal. Program-program ini merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diatur dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara nomor PER 05/MBU/04/2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.


PGN juga memastikan target No Net Loss (NNL) terpenuhi melalui monitoring indeks keanekaragaman hayati (Shannon-Wiener) pada seluruh lokasi kritikal. Kegiatan utama dalam program ini meliputi:


  1. Penanaman mangrove di Lampung

  2. Pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati Bedegung di Kabupaten Muara Enim

  3. Pengembangan Arboretum Pagardewa di Kabupaten Muara Enim

  4. Penanaman pohon di Danau Kemiri Pagardewa

  5. Konservasi flora dan fauna endemik "SIRANA"

  6. Pemantauan ekosistem mangrove di Landfall KP00 dan ORF

  7. Pemantauan keanekaragaman hayati di apartemen ikan dan terumbu karang Biorock Pagerungan Besar

  8. Konservasi tanaman anggrek asli Indonesia dengan sistem siraman otomatis

  9. Konservasi Bontang Mangrove Park di Taman Nasional Kutai



Informasi Lebih Lanjut →

image1.png

image2.png